Kamis, 06 Juni 2013

Siapakah Idola Kita? (Tulisan 2)

Siapa Idola Kita ?
MUKADDIMAH

Bila kita memperhatikan fenomena dan gejala yang memasyarakat saat ini di dalam mencari panutan atau lebih trend lagi dengan sebutan “sang idola”, maka kita akan menemukan hal yang sangat kontras dengan apa yang terjadi pada abad-abad terdahulu, khususnya pada tiga abad utama (al-Qurûn al-Mufadldlalah).
Kalau dulu, orang begitu mengidolakan manusia-manusia pilihan dan berakhlaq mulia di kalangan mereka seperti para ulama dan orang-orang yang shalih. Maka, kondisi itu sekarang sudah berubah total. Orang-orang sekarang cenderung menjadikan manusia-manusia yang tidak karuan dari segala aspeknya sebagai idola. Mereka mengidolakan para pemain sepakbola, kaum selebritis, paranormal dan tokoh-tokoh maksiat pada umumnya. Anehnya, hal ini didukung oleh keluarga bahkan diberi spirit sedemikian rupa agar anaknya kelak bisa menjadi si fulanah yang artis, atau si fulan yang pemain sepakbola dan seterusnya. Lebih aneh lagi bahwa mereka berbangga-bangga dengan hal itu.
Tentunya ini sangat ironis karena sebagai umat Islam yang mayoritas seharusnya mereka harus memahami ajaran agama secara benar sehingga tidak terjerumus kepada hal-hal yang dilarang di dalamnya. Ketidaktahuan akan ajaran agama ini akan berimplikasi kepada masa depan mereka kelak karena ini menyangkut keselamatan dan ketentraman mereka di dalam meniti kehidupan di dunia ini.
Bahkan pada sebagian masyarakat kita, telah muncul gejala yang lebih serius dan mengkhawatirkan lagi, yaitu pengkultusan terhadap sosok yang dianggap sebagai tokoh tanpa menyelidiki terlebih dahulu sisi ‘aqidah dan akhlaqnya. Tokoh idola ini diikuti semua perkataan dan ditiru semua perbuatannya tanpa ditimbang-timbang lagi, apakah yang dikatakan atau dilakukan itu benar atau salah menurut agama bahkan sebaliknya, perkataan dan perbuatannya justru menjadi acuan benar tidaknya menurut agama…naûdzu billâhi min dzâlik.
Yang lebih memilukan lagi, sang idola yang tidak ketahuan juntrungannya tersebut memposisikan dirinya sebagaimana yang dianggap oleh para pengidolanya. Mereka berlagak sebagai manusia-manusia suci pada momen-momen yang memang suci seperti pada bulan Ramadhan, hari Raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. Mereka diangkat sedemikian rupa oleh mass media dan media visual maupun audio visual seperti surat kabar, majalah, internet, radio dan televisi.
Pada momen-momen tersebut, mereka seakan mengisi semua hari-hari para pengidola bahkan non pengidolapun tak luput dari itu. Mereka menganggap bahwa diri merekalah yang paling mengetahui apa yang harus dilakukan secara agama pada momen-momen tersebut. Maka dipersembahkanlah berbagai tayangan program dan acara untuk menyemarakkan syi’ar bulan Ramadhan tersebut – menurut anggapan mereka- . Tampak, pada momen-momen tersebut mereka seakan menjadi manusia paling suci dan panutan semua… Yah! Untuk sesaat saja!.
Sesungguhnya, apa yang mereka lakukan itu tak lain hanyalah racun yang dipaksakan kepada ummat untuk diteguk, mulai dari racun dengan reaksi lambat, sedang bahkan cepat tergantung kepada daya tahan dan tingkat kekebalan peneguknya. Selanjutnya, akankah kita membiarkan anggota keluarga kita meneguk racun-racun tersebut, baru kemudian menyesali apa yang telah terjadi?.
Maka untuk mengetahui siapa yang seharusnya dijadikan sebagai idola oleh seorang Muslim dan bagaimana implikasi-implikasinya?. Kajian hadits kali ini sengaja mengangkat tema tersebut, mengingat hampir semua rumah kaum Muslimin telah dimasuki oleh salah satu atau kebanyakan mass media dan media tersebut.
Semoga kita belum terlambat untuk menyelamatkan keluarga kita sehingga racun-racun tersebut dapat dilenyapkan dan dimusnahkan.
NASKAH HADITS
عَنْ أَبِي وَائِلٍ, عَنْ عَبْدِ اللّهِ (بْنِ مَسْعُوْدٍ) قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَىَ رَسُولِ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللّهِ, كَيْفَ تَرَىَ فِي رَجُلٍ أَحَبّ قَوْماً وَلَمّا يَلْحَقْ بِهِمْ؟ قَالَ رَسُولُ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ: «الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبّ». رواه مسلم
Dari Abu Wâ-il dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), dia berkata: “seorang laki-laki datang kepada Rasulullah sembari berkata: ‘wahai Rasulullah! Apa pendapatmu terhadap seorang laki-laki yang mencintai suatu kaum padahal dia belum pernah (sama sekali) berjumpa dengan mereka?’. Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda: “seseorang itu adalah bersama orang yang dia cintai”. (H.R.Muslim)
TAKHRIJ HADITS SECARA GLOBAL
Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Bukhâry, at-Turmuzy, an-Nasaiy, Abu Daud, Ahmad dan ad-Darimy.
PENJELASAN HADITS
Di dalam riwayat yang lain, disebutkan dengan lafazh “Engkau bersama orang yang engkau cintai”. Demikian pula dengan hadits yang maknanya: “Ikatan Islam yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah”.
Anas bin Malik mengomentarinya: “Setelah keislaman kami, tidak ada lagi hal yang membuat kami lebih gembira daripada ucapan Rasulullah: ‘engkau bersama orang yang engkau cintai’ ”. Lalu Anas melanjutkan: “Kalau begitu, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya, Abu Bakar serta ‘Umar. Aku berharap kelak dikumpulkan oleh Allah bersama mereka meskipun aku belum berbuat seperti yang telah mereka perbuat”.
Imam an-Nawawy, setelah menyebutkan beberapa hadits terkait dengan hadits diatas, menyatakan: “Hadits ini mengandung keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya, orang-orang yang shalih, orang-orang yang suka berbuat kebajikan baik yang masih hidup atau yang telah mati. Dan diantara keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan keduanya serta berakhlaq dengan akhlaq islami. Di dalam mencintai orang-orang yang shalih tidak mesti mengerjakan apa saja yang dikerjakannya sebab bila demikian halnya maka berarti dia adalah termasuk kalangan mereka atau seperti mereka. Pengertian ini dapat diambil dari hadits setelah ini, yakni (ucapan seseorang yang bertanya tentang pendapat beliau shallallâhu 'alaihi wa sallam mengenai) seseorang yang mencintai suatu kaum sementara dia tidak pernah sama sekali bertemu dengan mereka (seperti yang tersebut di dalam hadits diatas-red)…”.
Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah mengaitkan makna cinta tersebut selama seseorang itu mencintai Allah dan Rasul-Nya sebab orang yang mencintai Allah, maka dia pasti mencintai para Nabi-Nya karena Dia Ta’ala mencintai mereka dan mencintai setiap orang yang meninggal di atas iman dan taqwa. Maka mereka itulah Awliyâ Allah (para wali Allah) yang Allah cintai seperti mereka yang dipersaksikan oleh Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam masuk surga, demikian pula dengan Ahli Badar dan Bai’ah ar-Ridlwan. Jadi, siapa saja yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah masuk surga, maka kita bersaksi untuknya dengan hal ini sedangkan orang yang tidak beliau persaksikan demikian, maka terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama; sebagian ulama mengatakan: ‘tidak boleh dipersaksikan bahwa dia masuk surga dan kita juga tidak bersaksi bahwa Allah mencintainya’. Sedangkan sebagian yang lain mengatakan: ‘justeru orang yang memang dikenal keimanan dan ketakwaannya di kalangan manusia serta kaum Muslimin telah bersepakat memuji mereka seperti ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, al-Hasan al-Bashry, Sufyan ats-Tsaury, Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’iy, Ahmad, Fudlail bin ‘Iyadl, Abu Sulaiman ad-Darany (al-Kurkhy), ‘Abdullah bin Mubarak dan selain mereka, kita mesti bersaksi bahwa mereka masuk surga’.
Diantara dalil yang digunakan oleh kelompok kedua ini adalah hadits shahih yang menyatakan bahwa Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam pernah melewati suatu jenazah lalu mereka memujinya dengan kebaikan, maka beliau berkata: “pasti, pasti”. Kemudian lewat lagi suatu jenazah lalu mereka bersaksi untuknya dengan kejelekan, maka beliau berkata: “pasti, pasti”. Mereka lantas bertanya: “wahai Rasulullah! Apa maksud ucapanmu : ‘pasti, pasti tersebut ?’. beliau menjawab: “jenazah ini kalian puji dengan kebaikan, maka aku katakan: ‘pasti ia masuk surga’. Dan jenazah satunya, kalian bersaksi dengan kejelekan untuknya, maka aku katakan: ‘pasti dia masuk neraka’. Lalu ada yang bertanya kepada beliau: “bagaimana hal itu bisa terjadi, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “dengan pujian baik atau jelek”.
(Bersambung....)
REFERENSI:
1.      “Majmu’ al-Fatâwâ” Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah, pasal: Ma’na hadîts “al-Mar-u ma’a man Ahabb”
2.      Kitab “at-Tauhid” karya Syaikh Shalih al-Fauzân
3.      Kitab “al-Qaul al-Mufîd ‘ala kitâb at-Tauhîd” karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullâh, jld. I, hal. 151).

Persahabatan Sejati (Tulisan 1)

PERSAHABATAN SEJATI

Apapun definisinya, persahabatan sejati selalu didasari pada rasa saling percaya, rasa saling  menghormati, saling mendukung dan menerima perbedaan tanpa kepentingan pribadi. Jangan  sia-siakan persahabatan yang dimiliki.

Persahabatan bukan saja masalah dengan siapa kita akan menghabiskan waktu. Tapi ini lebih  pada sebuah kebutuhan jiwa. Bahkan perasaan cintapun tak akan muncul tanpa didasari  persahabatan. Helen Keller pernah mengucapkan, "lebih baik berjalan dalam gelap bersama  seorang sahabat daripada berjalan dalam terang sendirian"

Jangan pernah sepelekan sahabat. Karena temanlah satu saat kita bisa berjaya, dan karena  teman pula satu saat kita bisa jatuh. Sahabat atau teman sejati, kata seorang teman adalah  mereka dari siapa kita bisa percaya meminjam dan dipinjami uang. Sahabat, kata teman lain,  adalah kepada siapa kita bisa menceritakan diri kita yang sesungguhnya. Sahabat adalah  tempat curhat, alias curahan hati, tempat kita bisa merasa aman menampilkan "wajah" kita  tanpa harus bertopeng. Pun tempat kita bisa merasakan perbedaan tidak menjadi masalah.

Apapun definisinya, persahabatan sejati harus selalu didasari pada rasa saling percaya,  saling menghormati, saling mendukung dan penerimaan atas perbedaan dan tanpa kepentingan  pribadi. Ada orang begitu pandai bergaul hingga seolah-olah ia memiliki sahabat dimanapun  dia berpijak. Tapi nyatanya tak semua orang beruntung. Tak semua orang dengan mudah bisa  menjalin persahabatan sejati hingga waktu lama. Sebenarnya mereka ini bukanlah orang yang  gagal, karena masih sangat mungkin untuk mencoba lagi. Mungkin mereka hanya terlambat untuk  belajar bahwa persahabatan bukanlahlah jual beli.  Ketika kepentingan selesai, selesai juga persahabatan.

Dari situs friendship.com tertulis bahwa untuk menemukan sahabat sejati Anda membutuhkan  waktu untuk mengujinya. Sadarilah bahwa sahabat karib tidak harus memiliki kesamaan dalam segala hal. Memang dalam beberapa hal Anda membutuhkan persamaan. Misalnya dalam hal minat  buku, musik atau film.

Tetapi perbedaan dalam persahabatan sesungguhnya adalah anugerah. Dengan perbedaan Anda akan  dapat meluaskan dunia Anda. Untuk itu, jagalah diri Anda dari keinginan untuk menghakimi  apapun pilihan teman Anda.
Menjadi teman yang baik juga mesti adu argumentasi sesekali. Sepasang sahabat tak harus  terus menerus setuju akan hal yang sama. Meski tak semua orang menyukai kondisi ini,  berdasarkan penelitian, adu argumentasi ternyata bisa menyehatkan. Selain bisa menggali  pribadi teman Anda, lewat adu argumentasi Anda bisa menambah wawasan dan belajar tentang  kesabaran.

Anda harus merasa nyaman berada di sekitar orang yang anda sebut sahabat. Karena tak jarang  kita mendengar komentar seperti  ini, "Aduh, aku sebenarnya tak suka dengan olok-oloknya tentang aku. Habis bagaimana lagi,  dia kan sahabatku sejak SD". Tapi benarkah ini yang disebut sebagai sahabat ?

Seorang teman akan mencintai tanpa syarat. Sesekali mungkin seorang sahabat akan marah. Tapi bukankah kemarahan adalah kondisi psikologis wajar. Seorang sahabat biasanya akan  segera melupakan kemarahannya dan memaafkan sesegera mungkin Anda menyadari kesalahan yang  terjadi. Jika saat ini Anda sedang marah pada sahabat Anda, ingatlah hal ini. Jangan sampai  kemarahan Anda menghapuskan segala kesenangan yang biasanya Anda lalui bersama.

Anda percaya cinta pada pandangan pertama ? Sebenarnya hal ini juga terjadi pada  persahabatan. Kita mungkin masih ingat saat kita baru bertemu dengan seseorang.

Perkenalan berjalan biasa saja. Lalu tanpa kita sadari kita terlibat dalam pembicaraan seru  dengannya. Lucunya kadang kita merasa topik yang kita bicarakan seolah cuma kita yang tahu.   Seolah tak seorangpun di dunia ini yang mengerti apa yang kita bicarakan. Setelah waktu 3  jam percakapan yang "heboh", Anda harus berpisah. Anda kemudian saling bertukar nomer  telepon, dan tak sabar untuk berbincang lagi dengannya. Nah, anda baru saja memulai  persahabatan lewat pandangan pertama.

TEMAN ADALAH ............

1.      Tak memiliki teman, tak adil buat jiwa (Confusius, 551-497 BC, filsuf Cina)
2.      Nasib memilih hidupmu, kaulah yang memilih temanmu (Jacques Delile 1738-1813, sastrawan Perancis)
3.      Berkumpullah bersama orang-orang berkualitas baik jika kau menghargai reputasimu, untuk ini  lebih baik sendiri daripada ditemani orang-orang yang buruk (George Washington, 1732-1799, Presiden Amerika I)
4.      Suka dan tak suka adalah hal yang sama, itulah persahabatan sejati (Sallust, 86-334 BC, sejarahwan Roma)
5.      Seorang teman yang setia sepadan dengan seratus kenalan (Euripides)
6.      Semua orang bisa simpati pada penderitaan seseorang, tapi dibutuhkan simpati yang alami pada  kesuksesan siapapun di dunia (Eleanor Roosevelt)
7.      Jika kau menghakimi seseorang, kau tak akan punya waktu untuk mencintainya (Mother Teresa)
8.      Aku tak akan bicara tentang keburukan orang, dan bicaralah tentang kebaikan semua orang  (Benjamin Franklin)
9.      Ketidak beruntungan akan menunjukkan siapa yang bukan teman sejati (Aristoteles)
10.  Jangan pernah melukai teman, bahkan dalam olok-olok (Cicero)
11.  Pikirkan kapan kejayaan seseorang dimulai dan berakhir. Dan katakan kejayaanku dimulai  ketika aku memiliki teman (William Yeats)
12.  Duka cita bisa hilang dengan sendirinya, tapi untuk mendapatkan nilai penuhakan kesenangan, kau harus punya seseorang untuk memisahkannya (Mark Twain)
13.  Cermin terbaik adalah teman lama (George Herbert)
14.  Apakah teman itu ? Adalah sebuah jiwa dalam dua tubuh (Aristoteles)
15.  Terlambat sudah untuk belajar, seseorang harus menjaga temannya. Tak hakimi, menerima, percaya hingga akhir masa (John Boyle O'Reilly)
16.  Teman memiliki semua kesamaan (Plato)
17.  Tanpa teman, seseorang tak akan hidup meski ia memiliki segalanya (Aristoteles)
18.  Persahabatan tanpa kepentingan pribadi adalah hal yang langka dan terindah dalam hidup (James Francis Byrnes)
19.  Sesuatu yang paling indah yang bisa kita alami adalah hal yang misterius,sumbernya adalah seni, ilmu pengetahuan dan persahabatan (Albert Einstein kepada Baron Merenda)
20.  Segala cinta yang dibangun tanpa dasar persahabatan, bagaikan membangun istana di atas pasir  (Ella Wheeler Wilcox)
21.  Dalam sahabat, kau temukan pribadi kedua (Isabelle nortono
22.  Tak akan aku lupakan saat bersamamu. Tetaplah jadi sahabatku, seperti kaumenemukan dirimu dalam diriku (Ludwig van Beethoven)
23.  Berjalan dalam gelap bersama seorang teman, lebih baik daripada berjalan dalam terang sendirian (Helen Keller)
24.  Komunikasi yang baik bereaksi bagaikan minum kopi, sangat sulit untuk tidur sesudahnya (Anne Morow Lindbergh)
25.  Pada akhirnya, yang kita ingat bukanlah perkataan musuh kita, melainkan diamnya sahabat kita (Marthin Luther King, JR)



Selasa, 04 Juni 2013

Tugas 6 (Konvensi-Konvensi Internasional)

KONVENSI-KONVENSI INTERNASIONAL

Definisi Konvensi atau pengertian hukum dasar yang tidak tertulis adalah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan Negara meskipun sifatnya tidak tertulis.
Konvensi ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1.Merupakan kebiasaan yang berulang kali dan terpelihara dalam praktek
    penyelenggarannya
2. Tidak bertentangan dengan Undang-undang Dasar dan berjalan sejajar
3. Diterima oleh seluruh rakyat
4. Bersifat sebagai pelengkap, sehingga memungkinkan sebagai aturan-aturan dasar yang
     tidak terdapat dalam Undang-undang Dasar.

1.         Berner Convension
Konvensi Berne menghendaki para penanda tangannya untuk mengakui hak cipta dari karya penulis dari negara-negara penandatangan lainnya (dikenal sebagai anggota Berne Union) dengan cara yang sama karena mengakui hak cipta dari warga negaranya sendiri. Misalnya, hukum hak cipta Perancis berlaku untuk apa pun yang diterbitkan atau dilakukan di Perancis, terlepas dari mana ia awalnya diciptakan. Selain membangun sistem perlakuan yang sama bahwa hak cipta didunia antara penandatangan, perjanjian juga diperlukan negara-negara anggota untuk memberikan standar minimum yang kuat untuk hukum hak cipta.
Hak Cipta di bawah Konvensi Berne harus otomatis, melainkan dilarang memerlukan pendaftaran formal (catatan Namun bahwa ketika Amerika Serikat bergabung dengan Konvensi pada tahun 1988, terus membuat kerusakan hukum dan biaya pengacara hanya tersedia untuk pekerjaan terdaftar).
a.        Penerapan
Berdasarkan Pasal 3, perlindungan dari Konvensi berlaku bagi warga negara dan penduduk dari negara-negara penandatangan, dan untuk bekerja pertama kali diterbitkan secara bersamaan atau diterbitkan (berdasarkan Pasal 3 (4), "bersamaan" didefinisikan sebagai "dalam waktu 30 hari" ) di negara penandatangan. Berdasarkan Pasal 4, itu juga berlaku untuk sinematik bekerja dengan orang-orang yang memiliki kantor pusat atau tinggalnya di negara penandatangan, dan karya arsitektur yang terletak di negara penandatangan.

b.      Negara asal

Konvensi ini bergantung pada konsep "negara asal". Sering menentukan negara asal sangat mudah: ketika karya ini diterbitkan di negara penandatangan dan tempat lain, ini adalah negara asal. Namun, berdasarkan Pasal 5 (4), ketika sebuah karya diterbitkan secara bersamaan di beberapa negara penandatangan (berdasarkan Pasal 3 (4), "bersamaan" didefinisikan sebagai "dalam waktu 30 hari" ), negara dengan istilah terpendek perlindungan didefinisikan sebagai negara asal.

Untuk bekerja secara bersamaan diterbitkan di negara penandatangan dan satu atau lebih negara-negara non-penandatangan, negara penandatangan adalah negara asal. Untuk karya yang tidak dipublikasikan atau bekerja pertama kali diterbitkan di negara non-penandatangan (tanpa publikasi dalam waktu 30 hari di negara penandatangan), kebangsaan penulis biasanya menyediakan negara asal, jika seorang warga negara dari sebuah negara penandatangan. (Ada pengecualian untuk pekerjaan sinematik dan arsitektur.)

Di era internet, publikasi online dapat dianggap publikasi di setiap yurisdiksi yang cukup terhubung internet di dunia. Hal ini tidak jelas apa ini berarti untuk menentukan "negara asal". Dalam Kernel v Mosley , pengadilan AS "menyimpulkan bahwa sebuah karya dibuat di luar Amerika Serikat, upload di Australia dan dimiliki oleh perusahaan yang terdaftar di Finlandia itu tetap sebuah karya AS berdasarkan yang dipublikasikan secara online ". Namun pengadilan AS lainnya dalam situasi yang sama telah mencapai kesimpulan yang berbeda.

c.         Jangka waktu hak cipta

Berne Konvensi menyatakan bahwa semua karya, kecuali fotografi dan sinematografi akan hak cipta selama setidaknya 50 tahun setelah kematian penulis, namun pihak bebas untuk memberikan lagi istilah, sebagai Uni Eropa lakukan dengan 1993 Petunjuk mengenai harmonisasi jangka perlindungan hak cipta . Untuk fotografi, Konvensi Bern menetapkan masa kerja minimal 25 tahun dari tahun foto itu dibuat, dan untuk sinematografi minimum adalah 50 tahun setelah pertunjukan pertama, atau 50 tahun setelah penciptaan jika belum terbukti dalam 50 tahun setelah penciptaan. Negara-negara di bawah revisi lebih tua dari perjanjian dapat memilih untuk memberikan perlindungan istilah mereka sendiri, dan beberapa jenis karya (seperti phonorecords dan film) dapat diberikan istilah pendek.

Jika penulis tidak diketahui, karena misalnya penulis sengaja anonim atau bekerja di bawah nama samaran, Konvensi memberikan untuk jangka waktu 50 tahun setelah publikasi ("setelah pekerjaan telah sah dibuat tersedia untuk umum"). Namun jika identitas penulis menjadi dikenal, istilah hak cipta untuk penulis yang dikenal (50 tahun setelah kematian) berlaku.

Meskipun Berne Konvensi menyatakan bahwa hukum hak cipta dari negara di mana hak cipta diklaim harus diterapkan, Pasal 7 (8) menyatakan bahwa "kecuali undang-undang negara yang lain menyediakan, istilah tersebut tidak melebihi jangka tetap di negara asal dari pekerjaan ", yakni, seorang penulis biasanya tidak berhak hak cipta lebih lama di luar negeri daripada di rumah, bahkan jika hukum di luar negeri memberikan jangka panjang. Hal ini umumnya dikenal sebagai " aturan jangka pendek ". Tidak semua negara telah menerima aturan ini.

d.            Penggunaan adil

Konvensi Berne memberikan kewenangan negara untuk memungkinkan "adil" penggunaan karya cipta dalam publikasi atau siaran lainnya. The Setuju Pernyataan pihak ke WIPO Copyright Treaty 1996 menyatakan bahwa: "Hal ini dimengerti bahwa ketentuan hanya fasilitas fisik untuk mengaktifkan atau membuat komunikasi tidak dengan sendirinya sebesar komunikasi dalam arti Perjanjian ini atau Konvensi Berne. "  Bahasa ini mungkin berarti bahwa penyedia layanan Internet tidak bertanggung jawab atas komunikasi melanggar dari pengguna mereka. Para kritikus menyatakan bahwa konvensi tidak menyebutkan hak lainnya konsumen karya kecuali untuk penggunaan yang adil.

e.         SEJARAH
Konvensi Bern dikembangkan atas dorongan Victor Hugo dari Asosiasi Littéraire et Artistique Internationale . Oleh karena itu dipengaruhi oleh Perancis " hak penulis "(droit d'auteur), yang kontras dengan Anglo-Saxon konsep "hak cipta" yang hanya berurusan dengan masalah ekonomi. Dalam Konvensi tersebut, hak cipta untuk karya kreatif secara otomatis yang berlaku pada penciptaan mereka tanpa menegaskan atau dinyatakan. Seorang penulis tidak perlu "register" atau "melamar" hak cipta di negara-negara mengikuti Konvensi. Segera setelah sebuah karya "tetap", yaitu, tertulis atau direkam pada beberapa media fisik, penulis secara otomatis berhak atas semua hak cipta dalam pekerjaan dan untuk setiap karya turunan , kecuali dan sampai penulis secara eksplisit menolak mereka atau sampai hak cipta berakhir. Penulis asing diberi hak yang sama dan hak istimewa untuk materi berhak cipta sebagai penulis dalam negeri di negara manapun yang menandatangani Konvensi.
Sebelum Konvensi Berne, hukum hak cipta nasional biasanya hanya diterapkan untuk pekerjaan yang diciptakan dalam masing-masing negara. Jadi misalnya karya yang diterbitkan di Inggris oleh seorang warga negara Inggris akan dilindungi oleh hak cipta di sana, namun dapat disalin dan dijual oleh siapapun di Perancis. Belanda penerbit Albertus Willem Sijthoff , yang bangkit untuk menonjol dalam perdagangan buku terjemahan, menulis kepada Ratu Wilhelmina dari Belanda pada 1899 sebagai oposisi terhadap konvensi atas kekhawatiran bahwa pembatasan internasional akan melumpuhkan industri cetak Belanda.
Konvensi Berne mengikuti jejak dari Konvensi Paris untuk Perlindungan Kekayaan Industri tahun 1883, yang dengan cara yang sama telah menciptakan kerangka kerja untuk integrasi internasional jenis lain dari kekayaan intelektual : paten , merek dagang , dan desain industri .
Seperti Konvensi Paris, Konvensi Bern membentuk suatu badan untuk menangani tugas-tugas administrasi. Pada tahun 1893 kedua badan tersebut bergabung menjadi Biro Internasional Bersatu untuk Perlindungan Kekayaan Intelektual (dikenal dengan singkatan BIRPI Perancis), terletak di Berne. Pada tahun 1960, BIRPI pindah ke Jenewa , untuk lebih dekat ke PBB dan organisasi internasional lainnya di kota itu. Pada tahun 1967 itu menjadi World Intellectual Property Organization (WIPO), dan pada tahun 1974 menjadi sebuah organisasi dalam PBB .
Konvensi Bern direvisi di Paris pada tahun 1896 dan di Berlin pada tahun 1908, selesai pada Berne pada 1914, direvisi pada Roma pada tahun 1928, di Brussels pada tahun 1948, di Stockholm pada tahun 1967 dan di Paris pada tahun 1971, dan telah diubah pada tahun 1979. Inggris ditandatangani pada tahun 1887 tetapi tidak melaksanakan sebagian besar sampai 100 tahun kemudian dengan berlalunya Hak Cipta, Desain dan Paten Act 1988 .
The Amerika Serikat awalnya menolak untuk menjadi pihak pada Konvensi, karena itu akan diperlukan perubahan besar dalam hukum hak cipta , khususnya berkaitan dengan hak moral , penghapusan persyaratan umum untuk pendaftaran karya cipta dan penghapusan pemberitahuan hak cipta wajib. Hal ini menyebabkan Konvensi Hak Cipta Universal pada tahun 1952 untuk mengakomodasi keinginan Amerika Serikat. Tapi pada tanggal 1 Maret 1989, AS Berne Convention Implementasi Undang-Undang Tahun 1988 diundangkan, dan Senat AS meratifikasi perjanjian, membuat Amerika Serikat satu pihak dalam Konvensi Berne, dan membuat Konvensi Hak Cipta Universal hampir usang.
The World Intellectual Property Organization Copyright Treaty diadopsi pada tahun 1996 untuk mengatasi masalah yang diangkat oleh teknologi informasi dan internet , yang tidak ditangani oleh Konvensi Berne.
Karena hampir semua negara adalah anggota dari Organisasi Perdagangan Dunia , yang Agreement on Trade-Related Aspek Hak Kekayaan Intelektual membutuhkan non-anggota untuk menerima hampir semua kondisi Konvensi Berne.
Hingga Maret 2012 , ada 165 negara yang pihak dalam Konvensi Berne

2.         UCC (Universal Copyright Convention)
Konvensi Hak Cipta Universal (UCC), diadopsi pada Geneva pada tahun 1952, adalah salah satu dari dua konvensi internasional utama melindungi hak cipta , yang lain adalah Konvensi Berne . UCC ini dikembangkan oleh Bangsa, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Pendidikan Amerika sebagai alternatif untuk Konvensi Berne bagi negara-negara yang tidak setuju dengan aspek dari Konvensi Berne, namun masih ingin berpartisipasi dalam beberapa bentuk perlindungan hak cipta multilateral. Negara-negara ini termasuk negara-negara berkembang dan Uni Soviet , yang berpikir bahwa perlindungan hak cipta yang kuat yang diberikan oleh Konvensi Berne terlalu diuntungkan Barat dikembangkan negara-negara pengekspor hak cipta, dan Amerika Serikat dan sebagian besar dari Amerika Latin . Amerika Serikat dan Amerika Latin sudah menjadi anggota dari konvensi hak cipta Pan-Amerika, yang lebih lemah dari Konvensi Berne. Berne Konvensi menyatakan juga menjadi pihak UCC, sehingga hak cipta mereka akan ada di non-konvensi Berne negara.
The Amerika Serikat hanya memberikan perlindungan hak cipta untuk tetap, jangka terbarukan, dan menuntut agar suatu pekerjaan yang harus dilindungi hak cipta harus berisi pemberitahuan hak cipta dan didaftarkan di Kantor Hak Cipta . Konvensi Berne, di sisi lain, disediakan untuk perlindungan hak cipta untuk istilah tunggal didasarkan pada kehidupan penulis , dan tidak memerlukan pendaftaran atau dimasukkannya pemberitahuan hak cipta untuk hak cipta untuk eksis. Dengan demikian Amerika Serikat akan harus membuat beberapa modifikasi besar terhadap hukum hak cipta untuk menjadi pihak untuk itu. Pada saat itu Amerika Serikat tidak mau melakukannya. UCC sehingga memungkinkan negara-negara yang memiliki sistem perlindungan yang sama ke Amerika Serikat untuk fixed term pada saat penandatanganan untuk mempertahankan mereka. Akhirnya Amerika Serikat menjadi bersedia untuk berpartisipasi dalam konvensi Berne, dan mengubah hukum hak cipta nasional seperti yang diperlukan. Pada tahun 1989 itu menjadi pihak dalam Konvensi Berne sebagai hasil dari Konvensi Berne Implementasi Undang-Undang 1988 .
Di bawah Protokol Kedua Konvensi Hak Cipta Universal (teks Paris), perlindungan di bawah US UU Hak Cipta secara tegas diperlukan untuk karya yang diterbitkan oleh PBB , oleh badan-badan khusus PBB dan oleh Organisasi Negara-negara Amerika . [1] Persyaratan yang sama berlaku untuk negara kontraktor lain juga.
Berne Konvensi menyatakan khawatir bahwa keberadaan UCC akan mendorong pihak dalam Konvensi Berne untuk meninggalkan konvensi itu dan mengadopsi UCC sebaliknya. Jadi UCC termasuk klausul yang menyatakan bahwa pihak yang juga Berne pihak Konvensi tidak perlu menerapkan ketentuan Konvensi untuk setiap negara mantan Konvensi Berne yang meninggalkan Konvensi Berne setelah 1951. Sehingga setiap negara yang mengadopsi Konvensi Berne yang dihukum jika kemudian memutuskan untuk meninggalkannya dan menggunakan perlindungan UCC sebaliknya, karena hak cipta yang mungkin tidak lagi ada di Berne Konvensi menyatakan.
Karena hampir semua negara baik anggota atau calon anggota dari Organisasi Perdagangan Dunia , dan dengan demikian sesuai dengan Perjanjian tentang Trade-Related Aspek Intellectual Property Rights Agreement, UCC telah kehilangan signifikansi.
Konvensi Hak Cipta Universal (UCC), pertama kali dibuat pada tahun 1952 di Jenewa, sebagai alternatif untuk konvensi Berne.
  1. Mengapa konvensi dibutuhkan?
Beberapa negara tidak setuju dengan pasal tertentu dalam Konvensi Berne, dan tidak siap untuk mendaftar dengan persyaratan dari Konvensi Berne. Terutama Amerika Serikat yang pada saat itu hanya memberikan perlindungan secara pendaftaran tetap panjang melalui Library Of Congress, dan diperlukan bahwa karya cipta harus selalu menampilkan simbol ©. Ini berarti bahwa AS dibutuhkan untuk membuat beberapa perubahan hukumnya sebelum bisa mematuhi Konvensi Berne. AS akhirnya menandatangani Konvensi Berne pada tanggal 1 Maret 1989, dan sekarang hanya membutuhkan pendaftaran untuk bekerja pertama kali diterbitkan di AS oleh warga AS. UCC memastikan bahwa perlindungan internasional yang tersedia untuk penulis bahkan di negara-negara yang tidak akan menjadi pihak dalam Konvensi Berne. Negara konvensi Berne juga menjadi penandatangan UCC untuk memastikan bahwa pekerjaan warga di negara-negara Konvensi Berne akan dilindungi di negara-negara non-Konvensi Berne.
  1. Seberapa penting adalah Konvensi?
Konvensi Hak Cipta Universal adalah penting terbatas hari ini, karena banyak negara kini menjadi bagian dari Uni Konvensi Berne. Untuk memastikan bahwa keberadaan UCC tidak menimbulkan konflik dengan Konvensi Bern, Pasal 17 menyatakan UCC bahwa konvensi tidak berpengaruh pada ketentuan Berne konvensi, dan deklarasi lampiran artikel selanjutnya menyatakan bahwa setiap negara yang menarik diri dari Konvensi Berne setelah 1 Januari 1951 tidak akan dilindungi oleh UCC di negara-negara Konvensi Berne Union.
Hal ini secara efektif memberikan Berne Convention didahulukan dan menghukum setiap negara yang menarik diri dari Konvensi Berne untuk mengadopsi UCC.
  1. Ketentuan Konvensi
Rincian konvensi-hal berikut:
    • Negara Pihak memberikan penutup yang sama untuk karya yang dipublikasikan asing seperti yang mereka lakukan kepada warga negara mereka sendiri.
    • Negara yang membutuhkan pendaftaran resmi harus memperlakukan karya dari negara-negara asing yang penandatangan konvensi seolah-olah mereka telah terdaftar di negara bagian, asalkan mereka membawa pemberitahuan yang mencakup simbol © dan menyatakan nama pemilik.
    • Ini menetapkan durasi minimum untuk perlindungan hak cipta sebagai 25 tahun dari tanggal publikasi, dan biasanya tidak kurang dari 25 tahun dari kematian penulis. Dengan pengecualian dari fotografi dan seni terapan kerja yang memiliki perlindungan minimal 10 tahun.
    • Ia mengakui hak-hak ekonomi penulis, (hak untuk mengotorisasi reproduksi, kinerja publik, penyiaran dll)
    • Ia mengakui penulis yang tepat untuk membuat terjemahan dari pekerjaan.
    • Hal ini juga menentukan pengecualian tertentu yang dapat diterapkan untuk negara-negara berkembang.
Seperti dengan Konvensi Bern, UCC memberikan fleksibilitas tentang bagaimana negara-negara bangsa menerapkan rincian konvensi, dan untuk memahami aspek-aspek tertentu, itu harus dibaca dalam hubungannya dengan hukum hak cipta nasional.

3.         Hak Cipta
Pengertian,
1.    Hak Cipta adalah hak khusus bagi pencipta untuk mengumumkan atau
memperbanyak ciptaannya. Termasuk ciptaan yang dilindungi adalah ciptaan dalam
bidang ilmu pengetahuan, sastra dan seni.
2.    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta :
Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk
mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu
 tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundangundangan
yang berlaku.(Pasal 1 ayat 1)
3.    Hak cipta diberikan terhadap ciptaan dalam ruang lingkup bidang ilmu
pengetahuan, kesenian, dan kesusasteraan. Hak cipta hanya diberikan secara
eksklusif kepada pencipta, yaitu "seorang atau beberapa orang secara bersamasama
yang atas inspirasinya lahir suatu ciptaan berdasarkan pikiran, imajinasi,
kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas
dan bersifat pribadi".
a.      OBJEK HAK CIPTA
Ciptaan yaitu hasil setiap karya Pencipta dalam bentuk yang khas dan menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan,seni dan sastra. Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam pengetahuan, seni dan sastra.

b.      Undang-undang yang mengatur Hak Cipta:
1.      UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
2.      UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun
1982 Nomor 15)
3.      UU Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun
1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42)
4.      UU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun
5.      1982 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 1987

Ø  (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 29)
Pembatasan Hak Cipta
• UU Hak Cipta No. 19 tahun 2002 pasal 14,15, 16
• Pasal 14
Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta:
a. Pengumuman dan/atau perbanyakan lambang negaradan lagu kebangsaan menurut
sifatnya yang asli;
b. Pengumuman dan/ atau perbanyakan segala sesuatu yang diumumkan.....
c. Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita,  
    lembaga penyiaran dan surat kabar atau sumber jenis lain, dengan ketentuan 
    sumbernya harus disebutkan secara lengkap
• Pasal 15
Dengan syarat bahwa sumbernya harus disebutkan atau dicantumkan, tidak
dianggap sebagai pelanggaran hak cipta:
a. Penggunaan hak cipta lain untuk kepentingan pendidikan, penelitian,
penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau
tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar
dari pencipta;
b. Pengambilan ciptaan pihak lain, seluruhnya maupun sebagian, guna
keperluan pembelaan di dalam atau diluar pengadilan
c. Pengambilan ciptaan pihak lain, baik seluruhnya maupun sebagian, guna
keperluan:
- ceramah yang semata-mata untuk tujuan pendidikan dan ilmu
pengetahuan; atau
- pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan
ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta
g. Pembuatan salinan cadangan suatu program komputer oleh pemilik
program komputer yang dilakukan semata-mata untuk digunakan sendiri
Pasal 16
untuk kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan
serta kegiatan penelitian dan pengembangan,
terhadap ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan
dan sastra, Menteri setelah mendengar
pertimbangan Dewan Hak Cipta dapat:
a. Mewajibkan pemegang hak cipta untuk
melaksanakan sendiri penerjemahan dan/atau
perbanyakan ciptaan tersebut di wilayah negara
Republik Indonesia dalam waktu yang ditentukan;
Hak Moral (Pasal 24,25,26)
• Pasal 24
a. Pencipta atau ahli waris berhak menuntut pemegang hak cipta supaya nama   
    pencipta tetap dicantumkan dalam ciptaannya
b. Suatu ciptaan tidak boleh diubah walaupun hak ciptanya telah diserahkan kepada   
     pihak lain, kecuali dengan persetujuan pencipta atau dengan persetujuan ahli   
     warisnya dalam hal pencipta telah meninggal dunia

Pasal 25
Informasi elektronik tentang informasi manajemen hak pencipta tidak
boleh ditiadakan atau diubah

Pasal 26
Hak cipta atau suatu ciptaan tetap berada di tangan pencipta selama
kepada pembeli ciptaan itu tidak diserahkan seluruh hak cipta dari
pencipta itu
Masa Berlaku Hak Cipta(Pasal 29-34)
Pasal 29
hak cipta atas ciptaan: buku, pamflet, semua hasil karya tulis lain;
drama, drama musikal, tari, seni batik, arsitektur, tafsir,
saduran.....berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung
hingga 50 (lima puluh) tahun setelah pencipta meninggal dunia

Pasal 30
Hak cipta atas ciptaan: program komputer; sinematografi, fotografi;
database dan karya hasil pengalihwujudan berlaku selama 50 (lima
puluh) tahun
Pasal 31

Hak cipta atas ciptaan yang dipegang atau dilaksanakan oleh negara
berdasarkan:
pasal 10 ayat 2 berlaku tanpa batas waktu
pasal 11 ayat 1 dan ayat 3 berlaku selma 50 tahun sejak ciptaan
tersebut pertama kali diketahui umum
Pendaftaran Ciptaan (Pasal 35 s/d pasal 44)
Pasal 35
Direktorat Jenderal menyelenggarakan pendaftaran ciptaan dan
dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan

Pasal 36
Pendaftaran ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan tidak mengandung
arti sebagai pengesahan atas isi, arti, maksud atau bentuk dari
ciptaan yang didaftar

Pasal 37
Pendaftaran ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan dilakukan atas
permohonan yang diajukan oleh pencipta atau oleh pemegang hak
cipta atau kuasa

Kuasa konsultan yang terdaftar pada Direktorat Jenderal
Dewan Hak Cipta (pasal 48)
• Membantu pemerintah dalam memberikan penyuluhan
dan pembimbingan serta pembinaan Hak Cipta
• Terdiri atas wakil pemerintah, wakil organisasi profesi dan
anggota masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang
hak cipta  diangkat dan diberhentikan oleh presiden atas
usul menteri
Pengelolaan Hak Cipta (pasal 52-53)
• Penyelenggaraan administrasi hak cipta dilaksanakan oleh
Direktorat Jenderal
• Direktorat Jenderal menyelenggarakan sistem jaringan
dokumentasi dan informasi hak cipta yang bersifat nasional
mampu menyediakan informasi tentang hak cipta
seluas mungkin kepada masyarakat.

SUMBER:
1.      www.britannica.com
2.      www.copyrightservice.co.uk
3.      http://id.shvoong.com/law-and-politics/public-administrations/2116871-pengertian-konvensi/#ixzz2U5oGmhGh
4.      www.wikipedia.com
5.      staff.gunadarma.ac.id
6.      Saidin, S.H., M. Hum. Aspek Hukum dan Kekayaan Intelektual. Rajagrafindo. Jakarta. 1997
7.      Lindsey dkk, Tim, Prof., B.A., LL.B., BLitt, Ph.D. Suatu Pengantar Hak Kekayaan Intelektual. P.T Alumni. Bandung. 2005.