Senin, 05 November 2012

Tulisan Ilmu Sosial Dasar 3

Prasasti Batu Tulis Bogor

Batu bertulis ini dibuat semasa pemerintahan Surawisesa (tahun 1521 s/d 1535) satu diantara putra dari Prabu Siliwangi Raja Pajajaran. Di komplek Batutulis 54 terdapat 15 buah batu terasit yang terdiri dari 6 buah batu didalam Cungkup, 2 buah diserambi dan 6 buah di halaman.

Prasasti Batutulis terletak di Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kompleks Prasasti Batutulis memiliki luas 17 x 15 meter. Prasasti Batutulis dianggap terletak di situs ibu kota Pajajaran dan masih in situ, yakni masih terletak di lokasi aslinya dan menjadi nama desa lokasi situs ini.Batu Prasasti dan benda-benda lain peninggalan Kerajaan Sunda terdapat dalam komplek ini. Pada batu ini berukir kalimat-kalimat dalam bahasa dan aksara Sunda Kuno.

Batu bertulis ini dibuat pada masa pemerintahan Surawisesa (1521 - 1535) satu diantara putra dari Prabu siliwangi raja pajajaran. Di dalamnya terdapat 15 buah batu terasit yang terdiri dari 6 buah batu di dalam bangunan cungkup, 2 buah di serambi dan 6 buah di halaman. Prasasti ini berlokasi di Jl. Batutulis No. 54

Pernahkan anda mengunjungi situs Prasasti Batu Tulis di Bogor? Situs yang terletak di desa Batu Tulis, Sukasari Bogor merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran. Prasasti dibuat pada tahun 1533M (1455 Saka) oleh Raja Surawisesa (1521-1535M) yang merupakan penerus Kerajaan Padjajaran. Tujuan pembuatan prasasti ini adalah untuk mengenang kebesaran ayahandanya, yaitu Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal sebagai Prabu Siliwangi yang memerintah Kerajaan Padjajaran tahun 1482-1521M atau 1404-1443 Saka.

Komplek Prasasti Batu tulis memiliki luas 17X15 m. Batu Prasasti berupa sebuah batu trasit berwar­na hitam, berbentuk kerucut dengan puncak terpancung dan kakinya berlekuk-Iekuk. Ukuran tinggi 151 cm, lebar bagian dasar 145 cm, dan tebalnya antara 12 – 14 cm. Pada batu ini berukir kalimat-kalimat dengan huruf Sun­da kawi. Besar aksara itu sendiri kurang lebih 3 x 3 cm, berwarna keputihan.

Kalimat prasasti berbunyi:
Wangna pun ini sakakala, prebu ratu purane pun, diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana di wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu hajj di pakwan pajajaran seri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diva anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) cu rahyang niskala-niskala wastu ka(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarang, ya siya ni nyiyan sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyanl sa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka, panca pandawa e(m) ban bumi  00.
Artinya :
Semoga selamat, ini tanda peringatan (untuk) Prabu Ratu almarhum Dinobatkan dia dengan nama Prabu Guru Dewataprana, dinobatkan (Iagi) dia dengan nama Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Dialah yang membuat parit (pertahanan) Pakuan.
Dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucu Rahiyang Niskala Wastu Kencana yang dipusarakan ke Nusa Larang. Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan, membuat undakan untuk hutan Samida, membuat Sahiyang Telaga Rena Mahawijaya (dibuat) dalam Saka 1455.
Di komplek Prasasti juga dijumpai antara lain Batu Tapak (bekas telapak kaki Prabu Surawisesa), meja batu bekas tempat sesajen pada setiap perayaan, batu bekas sandaran tahta bagi raja yang dilantik, batu lingga dan lima buah tonggak batu yang merupakan punakawan (pengiring-penjaga-emban) dari batu lingga. Batu lingga ini adalah bekas tongkat pusaka kera­jaan Pajajaran yang melambangkan kesuburan dan kekuatan. Sekitar 200 meter dari komplek Prasasti, yaitu di daerah Panaisan yang merupakan bekas alun-alun kerajaan Pa­jajaran juga dapat ditemui 4 buah area batu.
Keempat area tersebut adalah patung Purwakali, Gelak Nyawang, Kidang Pinanjung dan Layung Jambul yang kanan masing-masing adalah Mahaguru, pengawal, dan pengasuh Prabu Siliwangi. Sayangnya sekarang patung batu ini sudah tiada kepalanya. Dicuri orang yang tidak menghargai warisan budaya bangsa.
Kekuatan dan keagungan Prabu Siliwangi dipercaya bersemayam di dalam Batu Tulis sehingga memberikan perlindungan pada negara dari serangan musuh dan memberi kekuatan pada Raja yang memerintah. Kekuatan yang dimaksud adalah kekuatan batin Prabu Siliwangi bersama para raja-raja terdahulu yang terus menaungi dan melindungi kerajaan dengan energi cinta dan  kasih.
Sayangnya hal ini dianggap sebagai suatu pemahaman dalam bentuk fisik di zaman sekarang. Yang seharusnya Prasasti Batu Tulis merupakan warisan budaya dan sejarah bangsa, malah dibongkar dan digali-gali dengan alasan mencari harta karun yang tersimpan di bawah prasasti. Bahkan ada yang dengan sengaja ingin menguasai untuk suatu kepentingan kelompok tanpa mengerti sebab dan akibatnya.  Ironis sekali hal ini dapat terjadi. Sebuah kenyataan bahwa anak bangsa tak bisa menghargai warisan leluhur bangsanya sendiri. Jika kita sadari bahwa tingginya nilai budaya suatu bangsa karena benar-benar menghargai sejarah dan budaya bangsa itu sendiri.
Padahal makna tersirat dari prasasti Batu tulis yang sebenarnya adalah merupakan ‘harta karun’ peninggalan Kerajaan Padjajaran yaitu sebuah ‘pengajaran luhur’ dari Prabu Siliwangi tentang sifat dan karakter : Silih Asih – Asah – Asuh. Saling mengasihi atau mencintai, saling mengasah dengan aktif berdiskusi bertukar pikir, dan saling mengasuh mengisi dalam kehidupan. Inilah yang seharusnya dipahami dan dilakukan sebagai anak bangsa yang sesungguhnya.
Perbedaan Batu Tulis, Petilasan Dan Makam
Beberapa peninggalan sejarah dan budaya Nusantara berupa batu bertulis, situs-situs petilasan dan makam. Penulis mencoba memberikan penjelasan dan perbedaan ketiga peninggalan tersebut agar memperdalam wawasan kita. Berikut merupakan perbedaan dari batu bertulis, situs petilasan dan makam :
Batu Bertulis.
Merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan kuno ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Di Nusantara, kebanyakan batu-batu ini dibuat pada masing-masing zaman kerajaan. Batu diambil dari batu kali yang besar dan kokoh (agar awet tak lekang perubahan zaman) dan ditulis mengenai kejayaan dan kebesaran raja atau kerajaan.  Contoh :
  • Prasasti Batu Tulis Bogor. Dahulu wilayah batu tulis merupakan pusat kerajaan Padjajaran. Dibuat oleh Prabu Surawisesa untuk mengenang kejayaan ayahandanya Prabu Siliwangi dan kebesaran kerajaan Padjajaran
  • Batu Tulis Ciarunteun, Ciampea, Bogor. Yang menuliskan kebesaran Raja Purnawarman dengan kerajaannya Tarumanegara.


Situs petilasan
Merupakan tanda dimana leluhur-leluhur besar bangsa ini pernah menginjakkan kaki dan mendapat makna atau pengetahuan luhur di wilayah tersebut. Beberapa bentuk situs petilasan :
  • Lingga-Yoni.
Lingga merupakan batu panjang seperti huruf Alif, dipancang tegak di suatu wilayah. Lingga berarti makna kebenaran sejati, jalan lurus, yang telah dimaknai oleh leluhur yang memancangnya. Terkadang di wilayah Lingga, juga terdapat Yoni. Lingga-Yoni merupakan makna keseimbangan langit dan bumi. Keselarasan feminim dan maskulin. Contoh:
Lingga-Yoni terdapat di wilayah Batu Tulis Bogor dan Candi Sukuh di G.Lawu.
  • Batu kecil yang dipancang sederhana, disebut juga sebagai situs petilasan.
Hening, meditasi, mengenal diri merupakan hal biasa dilakukan sejak turun – temurun manusia di bumi Nusantara. Di suatu wilayah yang leluhur-leluhur bangsa ini mendapatkan makna atau pengetahuan hasil dari heningnya, kemudian mereka menandai dengan batu sederhana.
Perlu diketahui bahwa situs petilasan bukanlah makam. Karena sekarang sering ditemui banyaknya situs petilasan yang dibenahi, namun dengan di rubah bentuk seperti makam/tempat orang dikubur.
Ada juga petilasan yang berbentuk patung-patung batu. Merupakan simbol dari leluhur itu sendiri.
Karena situs petilasan sejak dahulu merupakan tempat meditasi atau hening, maka sampai sekarang fungsinya masih dijalankan.

Makam
Makam baru ditemui pada zaman kerajaan modern. Makam merupakan tempat dikuburkannya seseorang yang telah meninggal dunia. Pemakaman yang telah ratusan tahun, biasanya banyak yang berziarah. Contoh:
Penutup
Sebagai anak bangsa, dalam melanjutkan langkah-langkah kaki di bumi ini, kita tidak dapat meninggalkan sejarah dan budaya luhur bangsa yang besar ini begitu saja. Agar kita dapat memetik pelajaran dan makna selama kita masih bernafas.
Semua mahluk diberi petunjuk hidup. Semua mahluk berbahagia. Amin.

Prasasti Batutulis

Prasasti Batutulis terletak di Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kompleks Prasasti Batutulis memiliki luas 17 x 15 meter. Prasasti Batutulis dianggap terletak di situs ibu kota Pajajaran dan masih in situ, yakni masih terletak di lokasi aslinya dan menjadi nama desa lokasi situs ini.] Batu Prasasti dan benda-benda lain peninggalan Kerajaan Sunda terdapat dalam komplek ini. Pada batu ini berukir kalimat-kalimat dalam bahasa dan aksara Sunda Kuno. Prasasti ini berangka tahun 1455 Saka (1533 Masehi).

Isi Prasasti
  • Wangna pun ini sakakala, prebu ratu purane pun,
  • diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana
  • di wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran seri sang ratu dewata
  • pun ya nu nyusuk na pakwan
  • diva anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) cu rahyang niskala-niskala wastu ka(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarang
  • ya siya ni nyiyan sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyan sa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka, panca pandawa e(m) ban bumi

Terjemahan
Terjemahan bebasnya kira-kira sebagai berikut.
  • Semoga selamat, ini tanda peringatan Prabu Ratu almarhum
  • Dinobatkan dia dengan nama Prabu Guru Dewataprana,
  • dinobatkan (lagi) dia dengan nama Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.
  • Dialah yang membuat parit (pertahanan) Pakuan.
  • Dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang dipusarakan ke Nusa Larang.
  • Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan, membuat undakan untuk hutan Samida, membuat Sahiyang Telaga Rena Mahawijaya (dibuat) dalam (tahun) Saka "Panca Pandawa Mengemban Bumi"
Catatan kaki
Indonesian palaeography: a history of writing in, Volume 4, Issue 1 By J. G. de Casparis
Lokasi hutan samida ini konon yang sekarang dipakai sebagai Kebun Raya Bogor.
Ini adalah sangkala yang artinya adalah 5 5 4 1 atau kalau dibalik adalah 1455 Saka (1533 Masehi)--
Entah sudah berapa puluh kali saya melewati jalan batutulis, tapi masih saja nggak "ngeh" (sadar) bahwa didaerah situ terdapat prasasti yang sudah berumur ribuan tahun peninggalan kerajaan Tarumanegara. Tentu bukan salah saya 100% karena meskipun lokasinya tepat ditepi jalan batutulis, susah dikenali atau dibedakan dengan bangunan pertokoan atau rumah penduduk. Malah sepintas mirip dengan kantor kelurahan atau kantor pemerintahan sejenis lainnya. Terlebih lagi daerah tersebut boleh dibilang padat arus lalu-lintasnya sehingga mata pengemudi akan cenderung mengamati jalan raya, waspada bila tiba-tiba saja ada angkutan umum yang dengan santai memotong jalan atau berhenti mendadak.
Berada dalam sebuah bangunan ukuran +/- 5x5 meter, yang dipagari besi dan tanaman pada sisi dalamnya, praktis lokasi ini sama sekali tidak menarik perhatian atau mengisyaratkan ada benda istimewa didalamnya. Papan wisata yang adapun dipasang sejajar dengan badan jalan sehingga agak susah dibaca kecuali benar-benar tepat berada didepan/diseberang jalan.
Prasasti batutulis memang merupakan bagian sejarah dari kota bogor. Terletak di kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kotamadya Bogor, dulunya lokasi ini ribuan tahun yang lalu berada ditempat yang hening, sepi dan berkabut. Bahkan bagi penduduk setempat dipercaya sebagai tempat sarang harimau yang kemudian menumbuhkan khayalan adanya hubungan antara kerajaan Pajajaran yang sirna dengan harimau. Scipio, seorang ekspedisi Belanda yang ditugaskan untuk membuka daerah pedalaman jakarta, melukiskan betapa hormat dan khidmatnya mereka (orang pribumi dalam rombongan ekspedisi), menghadapi situs Batutulis sampai mereka berani melarang Scipio yang merupakan pimpinannya menginjakkan kaki kedalamnya karena ia bukan orang Islam, jelas sekali mereka menganggap tempat itu "keramat", karena disitu, menurut mereka, terletak tahta atau singgasana raja Pajajaran. Dengan keyakinan seperti itu, bila pada saat mereka pertama kali menemukan tempat tersebut lalu melihat seekor atau beberapa ekor harimau keluar dari dalamnya, mereka tidak akan menganggapnya sebagai hewan biasa.
Menurut catatan sejarah, prasasti itu dibangun tahun 1533 oleh Prabu Surawisesa, sebagai peringatan terhadap ayahandanya, Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran. Prabu Siliwangi memerintah pada 1482 - 1521. Raja sakti mandraguna itu dinobatkan dengan gelar Prabu Guru Dewata Prana, lalu bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.
Di kompleks itu terdapat 15 peninggalan berbentuk terasit, batu yang terdapat di sepanjang Sungai Cisadane. Ada enam batu di dalam cungkup, satu di luar teras cungkup, dua di serambi dan enam di halaman. Satu batu bercap alas kaki, satu batu bercap lutut, dan satu batu besar lebar yang berisi tulisan Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Konon prasasti batutulis itu dibuat oleh Prabu Surawisesa sebagai bentuk penyelasannya karena ia tidak mampu memepertahankan keutuhan wilayah  Pakuan Pajajaran yang dimanatkan padanya, akibat kalah perang dengan kerajaan Cirebon.
Perang Pakuan-Pajajaran berlangsung selama 5 tahun. Cirebon yang didukung kerajaan Demak berhasil mengalahkan kerajaan Pakuan setelah pasukan meriam Demak datang membantu tepat pada saat pasukan Cirebon mulai terdesak mundur. Laskar Galuh (Pakuan) tidak berdaya menghadapi "panah besi yang besar, menyemburkan kukus ireng, bersuara seperti guntur dan memuntahkan logam panas". Tombak dan anak panah mereka lumpuh karena meriam sehingga jatuhlah Galuh diikuti dua tahun kemudian dengan jatuhnya pula kerajaan Talaga, benteng terakhir kerajaan Galuh.
Disebelah prasasti itu terdapat sebuah batu panjang dan bulat sama tingginya dengan batu prasasti. Batu panjang dan bulat (lingga batu) ini mewakili sosok Sri Baduga Maharaja sedangkan prasasti itu sendiri mewakili sosok Surawisesa. Penempatan kedua batu itu diatur sedemikian rupa sehingga kedudukan antara anak dengan ayah amat mudah terlihat. Si anak ingin agar apa yang dipujikan tentang ayahnya dengan mudah dapat diketahui (dibaca) orang; akan tetapi ia tidak berani berdiri sejajar dengan si bapak. Demikianlah batutulis itu diletakkan agak kebelakang disamping kiri lingga batu.
Surawisesa tidak menampilkan namanya dalam prasasti. Ia hanya meletakkan dua buah batu didepan prasasti itu. Satu berisi astatala ukiran jejak tangan dan satunya berisi padatala, ukiran jejak kaki. Mungkin pemasangan batu tulis itu  bertepatan dengan dengan upacara srada yakni "penyempurnaan sukma" yang dilakukan  setelah 12 tahun seorang raja wafat. Dengan upacara itu sukma orang yang meninggal dianggap telah lepas hubungannya dengan dunia materi.
Dengan kata lain, prasasti batutulis merupakan bukti rasa hormat seorang anak terhadap ayahnya, dan merupakan suatu hal yang perlu diteladani oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

Sumber:
1. http://www.navigasi.net/goart.php?a=bubatlis
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Batutulis
4. http://artshangkala.wordpress.com/2009/05/07/prasasti-batu-tulis-bogor/

Sabtu, 29 September 2012

Tulisan


Biografi Cristiano Ronaldo


Name: Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro

Birth: Funchal, Portugal February 5, 1985

Position: Left Wing / Right, Foward

Club: Manchester United, Real Madrid (now)

Squad Number: 7

Career:

* Club Andorinha

* Club CD Nacional (1995)

* Club Sporting CP, 25 games, 3 goals (1999-2003)

* Manchester United, 134 games, 36 goals (2003-2009)

* Portugal national team, 48 games, 19 goals (2003 - present)

* Real Madrid, 7 games, 6 goals (2009-present)

Awards:

* FA Premier League, Manchester United (2006 - 2007)
* FA Cup, Manchester United (2004)
* Football League Cup, Manchester United (2006)
* Community Shield, Manchester United (2007)
* PFA Player of 2007
* PFA Young Player of the Best 2007
* Favorites Best PFA Players 2007
* Best PFA Premiership Team (2005-2006,2006-2007)
* The award of the Football Writers Association '(2007)
* Barclays Player of the Season (2006-2007)
* Barclays Player of the Month (November 2006, December 2006)
* PFA Fans' Player of the Month (October 2006, February 2007)
* Player of Manchester United (2006-2007)
* Player of Sir Matt Busby (2006-2007)
* Player of Portugal (2007)



Born with the full name Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro, born on February 5, 1985 in Funchal, Madeira is a Portuguese national soccer player. son of Maria Dolores dos Santos Aveiro and José Dinis Aveiro. She has an older brother named Hugo, and two older sisters, Elma and Liliana Catia. Liliana Working as a singer with the stage name "Ronalda" in Portugal. The second name given to Cristiano ("Ronaldo") is relatively rare in Portugal. Currently he bet on Real Madrid at the left wing position.

Cristiano is a favorite family since childhood, he has always had the support of his family in every way. He is known to the child who always wants to win. At school he was fond of football, he always had a reason to be able to play ball. If he does not find the ball, then he will make the ball roll socks from her friends.

Nominal salary in his first professional club, Sporting Lisbon nothing - pale before moving to England. Now he is able to produce 100 times the salary at Sporting Lisbon in a week because of his salary at Old Trafford to 40 thousand euros (USD 470 million).

He began his international career with the national team defends Portugal since 2003. Cristiano Ronaldo started playing football when he was three years old. His favorite team when he was young was SL Benfica. He played for the first time with an amateur team, Andorinha, when he was 8 years old. In 1995, Cristiano Ronaldo's reputation was growing in Portugal.

The two famous football teams, CS Marítimo and CD Nacional interested in Cristiano Ronaldo. Marítimo, the greatest team held a meeting with the manager behind Andorinha, the result Ronaldo go to CD Nacional. After getting a champion at Nacional, Ronaldo moved to Sporting CP.

The two famous football teams, CS Marítimo and CD Nacional interested in Cristiano Ronaldo. Marítimo, the greatest team held a meeting with the manager behind Andorinha, the result Ronaldo go to CD Nacional. After getting a champion at Nacional, Ronaldo moved to Sporting CP.

Ronaldo made his debut with his first Sporting against Moreirense and produced scores two goals. He has also become a feature of Portugal in the UEFA Under 17 Championships.

His appearance in the UEFA Under 17 Championship brought to the attention of world football. The first time I saw the appearance of Ronaldo is the manager of Liverpool FC, Gérard Houllier. But Liverpool refused as Ronaldo was too young and need time to develop into a famous football player.

In 2003, Ronaldo received the attention of Sir Alex Ferguson, when Sporting beat Manchester United with the score 3-1 in the inauguration of the Alvalade XXI stadium in Lisbon.

Ferguson decides wants young players for his team, Ronaldo signed a contract with a price of £ 12.24 million. Debut with Manchester United (MU) was against Bolton Wanderers in the 60th minute at Old Trafford stadium with 4-0 MU win.


Debut of his international career which in August 2003 when Portugal against Kazakhstan. At the opening of Euro 2004, Portugal lost to Greece with the result 2-1. At the semi-final
against Holland, Ronaldo created the first goal with the final result 2-1 win for Portugal.

Ronaldo Portugal to deliver the 2004 Summer Olympics, and he became the second-highest score fi FIFA World Cup qualification in the European zone with 7 goals. until June 17, 2005, Ronaldo score is 11 goals in 25 games for Portugal.

Of course the level of life that Ronaldo has increased drastically, whereas the career he had come into the world of football for three and a half years. Otherwise
digaet Manchester United in the summer of 2003, may be the fate of a man 184 cm tall is not as it is now.

Young Ronaldo is a very fast runner, owner nan nimble feet, capable of churning out ball to make opponents dizzy. But the young Ronaldo too narcis, greedy, and selfish. If it's fun, he likes to forget on his teammates.

But Ronaldo is also able to learn, both in age, experience, and education Fergie. Ronaldo, who now is Ronaldo who already know how to play for the team. Its no different now is that Ronaldo is still very fast runner, owner nan nimble feet, owner-Gocekan Gocekan great.

The success in the stadium has also penetrated to the outside pitch. With a pretty face and a sexy body, a man whose full name is Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro was started digila-gilai people around the world - especially women. Because it's public property, often attend public events, and often published media, the celebrity status is girded Ronaldo.

Friends and scope of interaction even closer to the world of entertainment. Gossip Ronaldo proximity with several actresses continue to be easy prey yellow tabloids. He had a special relationship with Spanish TV presenter Merche Romero, and a model named Jordana Jardel. Later she was rumored to be close to the British TV star Gemma Atkinson, and "target" artists "nodes" such as Roxanne McKee, Bryony Seth, Georgina Walkter, and Ali Bastian.

That's it. Life Ronaldo - named after former U.S. President Ronald Reagan, because his father idolized as an actor, not a politician - keep rolling along with time, which would take him somewhere someday. Maybe at the end of the season he was as predicted Manchester United legend Bryan Robson when they travel to Jakarta recently, that he is likely to grab the title Player of the Year. Or even worse as Alex Ferguson's prediction that Ronaldo could be the world's best players.